Langsung ke konten utama

Postingan

Sekilas Tentang Pria Yang Sangat berarti Bagi Saya

Sejak masa SMA, saya mengenal laki-laki itu. Pria berambut halus, panjang, dan  berwarna hitam.Perkenalan kami sederhana, kebetulan saja,   posisi tempat duduk pria ini begitu dekat dengan saya. Awalnya saya dan dia hanya berada dalam kebisuan, lalu lama-kelamaan dia mulai membuka pembicaraan. Ah! Baru kusadari setelah beberapa lama, ternyata ia adalah pendengar yang baik, dan pencerita yang baik karena selalu menyuguhkan cerita yang menyenangkan bagi saya. Dia mengajak saya memandang banyak hal dengan sisi yang berbeda. Sungguh, saya mencintai isi otak pria ini. Saya selalu terpukau dengan jalan pikiran pria ini. Mungkin, dia adalah pria dengan kualitas terbaik saat memperhatikan perempuan. Pria sederhana yang mandiri, terbiasa mencuci baju dan memasak mie instan   sendiri. Pria yang saya tahu sangat mencintai dua hal; Ibunya, juga kucing peliharaannya. Pria yang selalu membuat saya nyaman dengan gaya khasnya. Kocak, Supel, humoris. Pria yang tak pernah berhenti me...

Hidup Kadang Ga adil

Terkadang saya merasa hidup ini gak adil. Dulu, saya pernah bekerja disuatu perusahaan ternama. Saya bekerja dengan mengorbankan segalanya termasuk waktu. Siang malam.. panas dan hujan pun tak pernah saya hiraukan. Kala itu, saya selalu menomorsatukan totalitas perjuangan.Jabatan saya pada waktu itu masih level bawahan. Saya bekerja mati-matian dengan harapan kelak suatu saat supaya bisa naik ke jabatan yang levelnya lebih tinggi. Meskipun banyak rekan-rekan yang menasehati saya agar tidak memforsir tenaga dan fikiran saya terlalu berlebihan, sebab kata mereka, sekeras apapun saya berusaha saya tidak akan mampu merangkak kejabatan yang lebih tinggi dikarenakan perusahaan sedang collaps dan tidak ada budget untuk pengangkatan jabatan. Namun, sialnya adalah saya orang yang tidak mudah percaya apa yang dikatakan orang lain. maka selama masa kontrak saya, saya berjuang agar bisa memaksimalkan kinerja saya. 10 Hari sebelum masa saya habis, perusahaan tersebut kembali merekrut karyawan...

Akhirnya Saya Harus Pergi

Kali ini saya gak akan menceritakan tentang luka. Karena bagi saya semua derita itu sudah usai. meskipun lukanya belum kering dengan sempurna, setidaknya saya gak ma u lagi untuk membuka luka lama. Belajar dari yang sudah terjadi kemarin, saya jadi menyadari satu hal penting.   jangan pernah memberi harapan atau menaruh harap kepada selain Allah, Tuhan yang maha esa. Mungkin bisa dibilang saya sudah phobia akan rasa kecewa yang berlebih. Saya gak mau kejadian bodoh seperti kemarin terulang.   Biarlah saya saat ini perlahan-lahan menjauhi dia. Bukan bemaksud untuk membenci dan memutuskan tali persaudaraan. Hanya saja, saya fikir, saya memerlukan waktu yang mungkin tidak sebentar untuk menghapus rasa yang gak seharusnya bercokol dihati saya. Saya perlu waktu untuk menyendiri, saya ingin menjernihkan fikiran agar dapat melihat segalanya dengan rasional, bukan dengan perasaan. Sebab itu, saat ini saya sedang pada  memperbaiki diri. Kalau boleh saya ibaratkan, se...

Bagi saya, tidak ada manusia yang terlahir dengan kebodohan.

sebenarnya tidak ada orang yang bodoh didunia ini. Allah menciptakan makhlukNya dengan kondisi yang sebaik-baiknya. Semua orang, pada dasarnya memiliki potensi kecerdasan yang lebih besar daripada apapun dan siapapun. Namun tanpa sadar, terkadang orang tua atau guru sering kali menghakimi anaknya dengan cap-cap yang buruk sehingga berpengaruh pada psikologis sang anak. “Setiap anak terlahir jenius, tetapi kita memupuskan kejeniusan mereka dalam enam bulan pertama”- Buckminster fuller Sebagai contoh, jika dalam suatu keluarga terdapat dua orang anak. Lalu menurut sang orang tua, si adik lebih pintar dari sang kakak. Sang kakak kerap dibilang bodoh, sedangkan kepada sang adik, orang tua tersebut mengakatan bahwa adik pintar. Maka, secara tidak langsung hal tersebut sangat memengaruhi kondisi psikologis sang kakak. Sebab itu sang kakak akan tersugesti oleh ucapanorang tuanya. Ia menjadi malas belajar dan mudah menyerah bila mendapati soal atau pelajaran yang rumit...

love is a bullshit (?)

Haruskah saya percaya bahwa cinta itu nyata? It’s like a bullshit. Kejadian barusan mungkin menyadarkan saya. Setelah sekian lama, finally saya tahu, bahwa saya gak punya arti apa-apa dimata siapapun , termasuk dia. Saya akui saya memang salah. Saya tahu bahwa jatuh cinta terlalu dalam dan menyayangi kelewat batas, pada akhirnya hanya akan membawa pada kesakitan nyata maha dashyat. Harusnya saya belajar dari dulu, saat hati memiliki perasaaan untuk orang lebih dari 50 % kadarnya, maka yang ada hanya patah hati. Kalau udah terlanjur Sakit hati emang dokter   punya obatnya? Hahahahahahahahahahaha. saya gak tau lagi mau nulis apa disini. Ke-maha-tololan yang tadi terjadi membuat saya sangat terpukul. Kalau kamu mau tahu rasanya kayak apa, coba deh bayangin saat udah mimpi enak-enak terus kebangun gara-gara diguyur air? Seperti saat udah melayang sampai kelangit ketujuh, lalu tiba-tiba dijatuhin lagi kebumi. Malam ini saya akan puas menertawai diri sendiri. And...

Kasih Bunda Sepanjang Masa, Kasih Anak Seujung kuku

Menjadi seorang ibu bukanlah perkara mudah. Seorang wanita, harus mengandung selama 9 bulan, melahirkan dengan rasa sakit yang luar biasa. Menyusui setiap hari agar anaknya mempunyai nutrisi yang cukup. Rela untuk tidak tidur saat anaknya sakit, rela mengantar jemput anaknya saat sekolah, mendidik anaknya agar menjadi generasi yang mempunyai akhlaqul karimah..banyak lagi pengorbanannya yang –mungkin- tidak pernah kita sadari. Saat remaja, kita begitu terpaku pada sosok yang baru saja muncul ke hidup kita. Memberikan bualan-bualan cinta yang sejatinya belum dapat dipastikan kebenarannya. Lebih menomorsatukan pacar, daripada orang tua. Kita mulai bergaul dengan teman-teman sebaya yang mengajarkan kita pada pergaulan yang tak semestinya. Pergi pagi.. pulang malam.. kita begitu bersenang-senang dengan keindahan dunia, sementara dirumah,ibu kita sedang cemas memikirkan keadaan kita.. kita begitu terlena.. dan lupa bahwa surga kita, ada ditelapak kaki sang ibunda. Kepada siapapu...

KepadaMu Tuhanku, inilah curahan hati seorang yang tak lagi kuat bila tanpa cinta-Mu

Rasanya.. ingin semua ini cepat berakhir. Siksa dan duka ini , sungguh sudah kelewat menyakitkan. Aku hanya perlu pergi dari sini. Merangsek keluar dari lingkaran setan yang tak seorangpun tau dimana ujungnya. Lalu, mencari kebahagiaanku sendiri. Hampir 19 tahun tinggal disebuah keadaan yang terus memaksaku menerima kenyataan. Aku benci kenapa takdir menjadikan ku manusia unik yang tak miliki kehidupan wajar seperti yang lainnya. Sebuah pertanyaan yang terus-menerus berputar diotak ku sejak dulu, “Kenapa aku, Ya Allah?” sampai saat ini masih berada dalam kebuntuan karena tak menemukan jawaban. Aku lelah……… Aku tak sekokoh batu karang. Pada akhirnya aku hanyalah seorang wanita yang bisa juga menangis ketika jeritannya tak ada yang mendengar. Masalah demi masalah bertubi-tubi datang padahal   masalah sebelumnya tak memiliki solusi. Bukan bermaksud untuk mengeluh dan menjadi seorang pecundang. Namun, aku masih tak mengerti.   Aku ini harus bagaimana? Apakah m...