Kali ini saya gak akan menceritakan tentang luka. Karena bagi saya semua derita itu sudah usai. meskipun lukanya belum kering dengan sempurna, setidaknya saya gak mau lagi untuk membuka luka lama. Belajar dari yang sudah terjadi kemarin, saya jadi menyadari satu hal penting. jangan pernah memberi harapan atau menaruh harap kepada selain Allah, Tuhan yang maha esa. Mungkin bisa dibilang saya sudah phobia akan rasa kecewa yang berlebih. Saya gak mau kejadian bodoh seperti kemarin terulang.
Biarlah saya saat ini perlahan-lahan menjauhi dia. Bukan bemaksud untuk membenci dan memutuskan tali persaudaraan. Hanya saja, saya fikir, saya memerlukan waktu yang mungkin tidak sebentar untuk menghapus rasa yang gak seharusnya bercokol dihati saya. Saya perlu waktu untuk menyendiri, saya ingin menjernihkan fikiran agar dapat melihat segalanya dengan rasional, bukan dengan perasaan.
Sebab itu, saat ini saya sedang pada memperbaiki diri. Kalau boleh saya ibaratkan, sekarang mungkin saya seperti ulat bulu. Kenapa? karena pada saat ini saya sedang melakoni proses yang tidak mudah untuk menjadi kupu-kupu yang indah. Tak masalah jika saya dianggap menjijikan di pandangan orang. toh saya saat ini hanya memiliki keinginan; menjadi bidadari surganya Allah kelak. Amin.
Saya akan pergi, untuk waktu yang saya tidak tahu ujungnya. berintrospeksi diri akan kesalahan-kesalahan yang pernah saya lakukan. Saya akan pergi, sampai saya berhasil menghapus perasaan konyol ini. Mungkin pada saat saya benar-benar kembali, saya akan menjadi orang yang baru terlahir kembali dan sangat asing buat siapapun yang dahulu pernah dekat dengan saya.
Dan saya hanya akan kembali, apabila takdir menyeret langkah kaki saya untuk kembali lagi.
K♥
Komentar