Langsung ke konten utama

Lagi kangen pokoke.

Kamu yang berada tepat dipandanganku
Kamu yang membantuku membuat prakarya
Kamu yang  menggenggam jemariku saat film horror thailand sedang diputar
Kamu yang meledek sambil mencari perhatianku
Kamu yang  mencubit pipi gembilku
Kamu yang menahan tanganku saat hampir terbawa arus
Kamu yang  memakaikan jas hujan agar aku terlindung dari hujan
Kamu yang memberiku sebotol air mineral saat kerongkonganku haus
Kamu yang  mau menghabiskan mie yang tak mampu aku habiskan
Kamu yang mau mengantarku sambil menahan kantukmu
Kamu yang mau menerjang hujan demi menjemput aku dikeramaian
Kamu yang mencemaskanku saat aku hilang dari pandanganmu
kamu yang jatuh, terluka, karena aku..

Hal-hal kecil yang kamu kira sepele, namun ternyata berarti bagiku.
Bagaimana aku bisa menghapus kamu sedang kenangan-kenangan itu masih menari-nari dengan indah dalam memoriku?
Mengapa waktu kita begitu singkat?

Why our time never match?

airmata ku jatuh lagi, kurasa penyebabnya adalah rindu.
Iya, rindu alias kangen.

Kangen,
sama,
kamu.




Hehehe, ini konyol ya.
Tak perlu kau pikirkan.
Lain kali aku pasti akan berusaha membuat perasaanku kembali membeku, biar sama seperti kamu.({})



Dari seseorang yang pernah dilukis dengan indah. :) 



K❤

Komentar

Postingan populer dari blog ini

menyentuh Kenangan

Malam ini, sosokmu berhasil menyeretku lagi untuk menyentuh kenangan. Sudah sekian kali aku diam-diam menyebut namamu dalam sepi. Membawa ku menuju masa yang seharusnya aku lupakan namun tak dapat terhapus 0leh angkuhnya waktu dan jarak. Memaksaku untuk menatap kembali setiap episode saat aku dan kamu masih merasakan perasaan tak terdefinisi itu; cinta.           Semua terjadi begitu cepat, kita berkenalan lalu tiba-tiba merasakan perasaan yang aneh. Lalu kamu menjelma menjadi senyum yang tak bisa kujelaskkan lewat kata-kata. Kamu menjadi penyemangat saat asa ku perlahan menghilang. Dan kamu mulai memenuhi relung-relung hatiku.            Aku selalu ingat caramu menggodaku, Caramu meredam emosiku ketika memuncak, dan aku selalu ingat Kerutan matamu yang aneh namun tetap mempesona dalam pandanganku. Hal-hal itulah yang membuat memoriku susah melupakanmu. Sungguh! Kalau boleh jujur, kau...

Tutup Buku. Time to changes everything !!!

Sebenernya gue bosen nulis hal-hal yang berbau sedih, gue juga pengen gitu kali-kali kayak anak kekinian yang bisa nulis hal-hal humor yang bisa ngocok perut. Tapi apalah daya, jemari gue kayaknya lebih demen merangkai abjad jadi sekumpulan kata yang kata orang mah norak, lebay, alay, sok puitis, galauers banget deh pokoknya. Okay… Kembali ke judul yang udah lo baca diatas, “Tutup buku.” Etss jangan lo kira gue bakal ngomongin masalah penggajian karyawan toko, ye. Yang gue maksud tutup buku itu maksudnya ya… hehe lo pasti taulah ya. Wkwk Jadi, ceritanya gue tuh lagi galau buaanget. Galau gue ini udah tingkat dewa deh pokoknya. Hal biasa padahal; diputusin makhluk ajaib bernama cowok. Sebelumnya gue mau ceritain nih, dalam masalah percintaan bisa dibilang sih gue masih nubie. Pacaran aja bisa diitung pake jari. Maklum gue anak rumahan yang dijaga banget sama emak gue.   He-he. O, iya gue pengen ngejabarin nih kasus-kasus pacar gue dulu. Cekidot!!! 1.  ...

Lagi, tentang kamu (yang kini mulai ku tempatkan di sudut hatiku yang terdalam)

Lagi, tentang kamu. Kalau kau mau aku bercerita dengan sangat jujur, sejak mengenalmu aku tak peduli bagaimana orang menilai mu.sejak itu, aku tak tau ada faktor yang entah dinamakan apa,   yang membuatku tak ingin meninggalkan ponsel barang sedetikpun. Kamu tentu tidak tau rasanya, perasaan ini begitu sulit untuk ku deskripsikan, sayang. Kamu tentu tidak tahu bagaimana rasanya jadi aku, jadi orang yang sulit bernafas ketika tak ada kabar darimu. Kamu juga tentu tidak akan pernah tahu, betapa rasanya setiap malam aku selalu tersenyum saat membaca ulang pesan singkat darimu. percakapan-percakapan bodoh kit a di penghujung malam, dan selera humormu yang selalu menjadi alasan senyumku sebelum beranjak memejamkan mata.  Ah sepertinya kini kamu telah membajak otakku. Entahlah, tapi aku mulai merasa setiap sel diotakku seperti diisi oleh KAMU. Kamu yang selalu hadir di benakku dengan bentuk dan rupa yang berbeda. Kamu sangat menggangguku, tuan! bahkan sahabatku p...