Langsung ke konten utama

teruntuk detektif handal, tuan yang menakjubkan.


Kepadamu yang MASIH  nyaman dengan kepura-puraan.

Hai, kamu. iya, kamu yang saat ini sedang membaca coretanku ini. Kamu yang -mungkin- saat ini sedang betanya-tanya apakah sosok yang aku sebutkan diatas adalah benar dirimu.
Sebelumnya, aku ucapkan terimakasih karena telah menyisakan waktumu yang padat itu hanya untuk membaca tulisan gak penting ku ini.. Arigatou Gozaimasu! 

Tuan, masih belum bosan kah kamu menyembunyikan apa yang kau rasakan? apa kau masih menikmati peranmu sebagai "pengamat" yang sejak dulu hanya memerhatikan dari kejauhan? apa kau menyukai profesimu sebagai pemimpi yang tak melakukan tindakan?

Hey,  pasti kau pernah mendengar pepatah "sepintar-pintarnya seseorang menyembunyikan bangkai, pasti aromanya akan tercium juga." Ya, begitupun aku. aku juga mampu membaca apa yang tersirat dari matamu. Aku mampu merasakan setiap perhatianmu padaku meskipun dari luar kamu seperti acuh tak acuh pada ku. Aku paham akan hal itu walaupun kamu gak pernah berusaha untuk menjelaskan padaku.

Kepadamu, yang saat ini sedang berjuang meraih kebahagiaan mu sendiri

Maukah kamu berjanji? 

Suatu saat nanti, kita akan bertemu dalam keadaan dan situasi yang tepat. jangan lupa do'akan aku, seperti aku yang tak pernah alpa menyebut namamu dalam pengharapanku....



K♥


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagi, tentang kamu (yang kini mulai ku tempatkan di sudut hatiku yang terdalam)

Lagi, tentang kamu. Kalau kau mau aku bercerita dengan sangat jujur, sejak mengenalmu aku tak peduli bagaimana orang menilai mu.sejak itu, aku tak tau ada faktor yang entah dinamakan apa,   yang membuatku tak ingin meninggalkan ponsel barang sedetikpun. Kamu tentu tidak tau rasanya, perasaan ini begitu sulit untuk ku deskripsikan, sayang. Kamu tentu tidak tahu bagaimana rasanya jadi aku, jadi orang yang sulit bernafas ketika tak ada kabar darimu. Kamu juga tentu tidak akan pernah tahu, betapa rasanya setiap malam aku selalu tersenyum saat membaca ulang pesan singkat darimu. percakapan-percakapan bodoh kit a di penghujung malam, dan selera humormu yang selalu menjadi alasan senyumku sebelum beranjak memejamkan mata.  Ah sepertinya kini kamu telah membajak otakku. Entahlah, tapi aku mulai merasa setiap sel diotakku seperti diisi oleh KAMU. Kamu yang selalu hadir di benakku dengan bentuk dan rupa yang berbeda. Kamu sangat menggangguku, tuan! bahkan sahabatku p...

menyentuh Kenangan

Malam ini, sosokmu berhasil menyeretku lagi untuk menyentuh kenangan. Sudah sekian kali aku diam-diam menyebut namamu dalam sepi. Membawa ku menuju masa yang seharusnya aku lupakan namun tak dapat terhapus 0leh angkuhnya waktu dan jarak. Memaksaku untuk menatap kembali setiap episode saat aku dan kamu masih merasakan perasaan tak terdefinisi itu; cinta.           Semua terjadi begitu cepat, kita berkenalan lalu tiba-tiba merasakan perasaan yang aneh. Lalu kamu menjelma menjadi senyum yang tak bisa kujelaskkan lewat kata-kata. Kamu menjadi penyemangat saat asa ku perlahan menghilang. Dan kamu mulai memenuhi relung-relung hatiku.            Aku selalu ingat caramu menggodaku, Caramu meredam emosiku ketika memuncak, dan aku selalu ingat Kerutan matamu yang aneh namun tetap mempesona dalam pandanganku. Hal-hal itulah yang membuat memoriku susah melupakanmu. Sungguh! Kalau boleh jujur, kau...

Kapan semuanya berakhir ?

Jujur hari ini penuh banget stress hidup gue. Gue gak ngerti kenapa akhirnya gue ditakdirkan ketemu keluarga yang toxic. Ibu, abang, ipar.. semuanya gak beres. Melihat drama yang gak udah-udah, gue dikucilkan berkali-kali di rumah, tanpa dukungan siapapun. Gak heran dulu ketika skripsian gue sampe bela-belain ke psikolog. Gue bingung sama diri gue sendiri, kenapa sekarang gue justru gak seceria dulu lagi? makin lama makin parah. Gue berusaha menjadi orang idealis yang punya prinsip bahwa hidup itu harus mandiri, bila belum bisa membahagiakan orang tua, minimal jangan nyusahin lalu ketemu orang-orang yang punya pemikiran ngawur. Ini bertentangan dengan prinsip yang gue anut. Hari ini kucing gue hilang, gatau kemana. Dan, yah, gue pikir pasti ini dibuang lagi. Ini bukan kejadian pertama. Bagi orang lain kucing itu mungkin cuma hewan, tapi bagi gue mereka kayak pelipur lara. Setidaknya saat orang mengucilkan gue, gue punya teman buat diajak bicara. Melepas kesepian gue yang benar-benar bi...